_Gempa Chile, WNI Selamat_

Semua WNI di Chili Selamat

Senin, 01 Maret 2010
JAKARTA-Gempa bumi berkekuatan 8,8 skala Richter (SR) yang mengguncang Chili, Sabtu (27/2) dini hari waktu setempat, tidak memakan korban warga negara Indonesia (WNI) yang berada di negara tersebut. Tiadanya WNI yang menjadi korban gempa dahsyat itu berdasarkan laporan perwakilan RI di Chili.
“Semua selamat, ada 104 orang WNI,” kata Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Teguh Wardoyo di Jakarta, Minggu (28/2).

Hal senada disampaikan Juru Bicara Kemlu Teuku Faizasyah saat dihubungi. Namun, jumlah WNI yang berada di Chili, menurut Faizasyah, sebanyak 181 orang, bukan 104 orang.

“Informasi yang kami terima jam 06.00 pagi tadi, sebanyak 181 warga negara kita di sana masih dalam kondisi baik, dan tidak mengalami luka berarti,” kata Faizasyah.

Menurut Faizasyah, WNI yang berada di Chili didominasi pegawai Kedutaan Besar RI dan keluarga yang bermukim di ibukota Chili, Santiago. Selain itu, terdapat 20 orang misionaris.

Faizasyah mengakui masih mengalami kesulitan komunikasi dengan pihak Chili akibat gempa tersebut. “Saya masih belum bisa konfirmasi lebih lanjut terkait kondisi mereka karena komunikasi masih sulit. Sudah diupayakan komunikasi sejak semalam, tapi baru tadi pagi mendapat kabar,” ujarnya.Menurutnya, sebagian besar WNI yang berada di Chile tinggal di ibukota Chile, Santiago, sehingga selamat dari bencana gempa yang menghantam kota Conception, Chile selatan-tengah, dengan kedalaman episentrum 35 kilometer.

Teguh Wardoyo mengatakan perwakilan RI di Chile telah beroperasi seperti biasa setelah gempa besar tersebut.

Korban Tewas 300 Orang

Sementara itu, jumlah korban gempa yang menghantam Chile, sudah mencapai sedikitnya 300 orang. Data terbaru tentang jumlah korban gempa dahsyat yang mendorong sejumlah negara di Pasifik mengeluarkan peringatan tsunami itu disampaikan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Chile.

Namun, jumlah korban diperkirakan akan bertambah karena masih banyak warga yang dilaporkan hilang dan tertimbun reruntuhan bangunan. Gubernur Provinsi Pulau Juan Fernandez, Ivan De La Mazza mengatakan, saat ini proses evakuasi tengah dilakukan. Tim penyelamat menggunakan sekop dan palu untuk menemukan warga yang masih terperangkap di reruntuhan bangunan.

Saat tim penyelamat terus bekerja untuk melakukan pencarian warga dan evakuasi, aparat keamanan terpaksa menembakkan gas air mata untuk menghalau warga yang menjarah toko-toko untuk mendapatkan bahan makanan dan minuman. Sedikitnya 2 juta warga diperkirakan menerima dampak gempa.

“Orang-orang sudah sehari tidak makan,” ungkap salah seorang warga di Concepcion, Orlando Salazar. “Salah satu pilihan adalan datang ke sini (supermarket) dan mendapatkan barang kebutuhan sehari-hari,” tambahnya.

Sementara itu, gempa Chili mengakibatkan terjadinya tsunami di sejumlah negara. Namun, tsunami yang terjadi tidak sekuat yang diprediksi sebelumnya. Bahkan, sebagian besar negara yang sebelumnya diperingatkan akan dilanda tsunami akibatĀ  gempa Chili, seperti Australia dan Papua (Indonesia), tidak terbukti hingga tadi malam.

Sesaat setelah gempa terjadi, Pusat Peringatan Tsunami Pasifik di Hawaii, AS mengeluarkan peringatan bahaya tsunami bagi 53 negara dan wilayah. Peringatan tsunami kawasan Pasifik ini menimbulkan kekhawatiran akan tsunami yang lebih besar seperti terjadi akibat gempa Aceh pada akhir 2004 lalu yang menewaskan 230.000 orang di Samudera Hindia.

Gelombang tsunami akibat gempa Chili antara lain terjadi di Jepang dan Rusia. Di Jepang, gelombang tsunami hanya setinggi 1,2-1,5 meter, jauh dari perkiraan yang dirilis BMG setempat sebelumnya, yakni 2-3 meter. Bahkan, gelombang tsunami yang sampai ke pantai-pantai timur Rusia, tepatnya di Kamchatka Peninsula, cuma 0,8 meter.

Tsunami yang melanda Jepang dan Rusia ini tidak mengakibatkan kerusakan. “Tidak ada kerusakan ataupun korban dilaporkan,” ujar juru bicara Kementerian Bencana Rusia seperti dilansir Reuters, Minggu (28/2).

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: